2 Bentuk Standar Fakta Potong atau Memungut mengambil Unifikasi

  • Share

Nyatanya, Fakta Potong atau Memungut mengambil unifikasi dibagi jadi 2 bentuk standar. Kedua bentuk itu ialah blangko BPBS serta blangko BPNR. Perihal ini diresmikan dalam Perdirjen Pajak No PER- 24 atau PJ atau 2021.

Diambil dari artikel 4 bagian( 1) PER- 24 atau PJ atau 2021, fakta penyembelihan atau pemungutan unifikasi berformat standar yang memakai blangko BPBS tertuju buat fakta penyembelihan atau pemungutan PPh Artikel 4 bagian( 2), PPh Artikel 15, PPh Artikel 22, serta PPh Artikel 23, sebaliknya blangko BPNR buat fakta penyembelihan PPh Artikel 26 serta PPh Artikel 4 bagian( 2) untuk harus pajak luar negara.

Cuma satu fakta potong atau memungut mengambil berformat standar yang terbuat oleh pemotong atau pemungut yang dapat dipakai buat satu pihak yang dipotong atau dipungut, satu isyarat subjek pajak, serta cuma satu era pajak. Bila dalam satu era pajak ada sebagian bisnis pihak yang serupa serta dengan isyarat subjek pajak yang serupa

Hingga pemotong atau pemungut pajak lumayan membuat 1 fakta potong atau memungut mengambil unifikasi berformat standar. Tidak hanya memakai fakta potong atau memungut mengambil yang telah terstandar, terdapat 5 akta yang perannya disamakan dengan fakta potong atau memungut mengambil unifikasi. Selanjutnya dokumen- dokumen itu:

  • Akta yang digunakan oleh pemotong atau pemungut buat memotong PPh pemasukan bunga simpanan ataupun dana, diskonto SBI, serta pelayanan giro
  • Akta yang digunakan oleh pemotong atau pemungut buat memotong PPh atas diskonto SPN serta bunga SBN mempunyai waktu durasi lebih dari 12 bulan
  • Akta yang dipakai buat memotong PPh atas bunga pesan bernilai waktu pendek yang diperdagangkan di pasar uang
  • Akta yang dipakai buat memotong PPh atas bisnis pemasaran bukan saham penggagas di pasar uang dampak, pemasaran saham kepunyaan industri modal ventura tidak di pasar uang dampak, serta bonus PPh atas kepemilikan saham penggagas dikala initial public offering( IPO)
  • Akta yang digunakan oleh pemotong atau pemungut buat memotong pemasukan lain yang mengenakan akta yang dipersamakan dengan fakta potong atau pungut.

Tidak hanya kelima akta diatas, dokumen- dokumen yang dipersamakan itu bisa berbentuk akta novel dana, rekening surat kabar, rekening kustodian, rekening dampak, serta dokumen- dokumen yang lain yang sebanding.

Tipe dari akta itu pula bisa berbentuk akta kertas atau elektronik. Dokumen- dokumen itu bisa dipersamakan dengan fakta potong atau memungut mengambil unifikasi bila dalam akta itu muat julukan pihak yang dipotong, no istimewa bisnis yang berhubungan, serta jumlah PPh yang dipotong. Untuk anda yang ingin memakai jasa konsultan pajak, softwere IT dan konsultan bisnis anda bisa kujungi kami Konsultan Pajak Surabaya untuk info lebih lanjut hubungi kami di :

Nomor : 081350882882

Email : [email protected]

Alamat : Jl. Ngagel Tirto II No. 44 Surabaya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *