Adab Mengajak Anak Naik Haji

  • Share

Tentunya masyarakat muslim di Jakarta yang mampu sudah tidak sabar untuk mendaftar paket haji/umrah di Jakarta.

Karena memang, Umroh dan Haji adalah impian semua umat Islam di seluruh dunia. Ibadah ini bisa dilakukan secara mandiri dan juga bersama orang-orang terkasih. Seperti halnya suami, istri, orang tua, dan anak-anak kita.

Meski tidak bisa dipungkiri banyak pertanyaan yang muncul ketika para orang tua ingin mengajak anaknya yang masih kecil untuk menunaikan ibadah umroh dan haji.

Banyak dari mereka bertanya apakah mereka bisa berziarah, dan haruskah anak-anak berziarah? Selain itu, ada juga yang menanyakan tentang aturan dan ajaran Islam mengenai anak yang diajak oleh orang tuanya untuk berhaji. Anda bisa menggunakan jasa aksara umrah untuk pilihan Anda menunaikan haji.

Jasa aksara umrah ini sangat aman. Mengajak anak naik haji sebenarnya merupakan bagian dari pendidikan parenting anak tentang ajaran Islam. Sebagai orang tua, tentu Anda ingin mengajari anak Anda betapa pentingnya haji bagi mereka agar hasil perjalanan mereka lebih nyata. Ini adalah bagian dari bagaimana Islam mengajarkan pendidikan kepada umatnya.

Dengan memberikan fasilitas haji plus, anak akan merasa nyaman saat melaksanakan ibadah.

Namun perlu juga diingat bahwa kewajiban umroh dan haji sebenarnya hanya berlaku bagi orang dewasa dan orang yang mampu saja. Jadi, dalam Islam, anak-anak tidak harus pergi haji dan umrah. Karena tugas ini hanya berlaku untuk orang dewasa dan orang yang mampu saja. Jadi sekarang Anda sudah tahu apakah sah-sah saja membawa anak Anda haji dan umroh sesuai aturan.

Saat ini, banyak orang tua yang membawa paket umroh Jakarta bersama anak-anaknya. Dari sini diasumsikan bahwa manfaat umroh dan haji adalah milik anak dan wali yang membantu anak dalam beribadah.

Hal ini tertulis dalam hadits Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Nabi pernah bertemu dengan sekelompok orang di Rawha dengan kendaraannya. Saat itu dia bertanya siapa kamu? Dan mereka menjawab kaum muslimin.
Kemudian mereka juga bertanya siapa dia. Dia menjawab Rasulullah. Setelah itu ada seorang wanita yang membesarkan anak-anak yang menyusui di depannya.

Kemudian wanita itu bertanya apakah putranya pergi haji, apakah hajinya akan dipertimbangkan. Lalu dia menjawab sambil berpikir. Ada juga hadiah untuk anak dan ibu. Hal ini tertulis dalam HR Muslim nomor 1336.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *