Cara Gampang Mengendarai Mobil Matic, Performanya Tak Kalah Dari Manual

Brio Banjarmasin – Masih tidak sedikit orang awam berpikir bila mengemudikan mobil matic ini terdapat tidak sedikit kelemahan dibalik kemudahannya yang tidak perlu teratur oper gigi. Ini membuat tidak sedikit orang yang terbiasa dengan transmisi manual masih takut-takut bila diminta untuk mengemudikan mobil AT.

Bagi mereka, kekurangan dari mobil matic ini sulit disuruh lewat tanjakan dan turunan yang dengan sudut kemiringan yang besar. Padahal, anggapan tersebut keliru sebab pabrikan mobil telah menyiapkan rancangan transmisi otomatis supaya kemampuannya tak kalah hebat dengan manual.

Lebih enaknya lagi, pengemudi pemula lebih gampang mempelajarinya sebab tidak butuh mengimbangi bukaan gas dengan kopling ketika akselerasi awal. Ini menangkal terjadinya mesin mati sebab kopling dan gas yang tidak seimbang.

Tanpa memasuki pedal gas, mobil dapat bergerak lambat ketika tuas transmisi matic masuk posisi D atau drive dan R alias reverse atau mundur. Semua kendali melulu mengandalkan kaki kanan saja, sedangkan kaki kiri dapat bersantai di footrest yang tersedia.

umumnya, tuas pada mobil matik terdapat deretan kombinasi huruf dan angka, yaitu P-R-N-D-2-L atau P-R-N-D-M (+/-). Pengguna mobil manual jelas telah terbiasa dengan faedah di unsur R dan N atau P. Namun, beberapa orang masih bingung dengan faedah tuas di D, L, D-2.

Pertama, hafalkan terlebih dahulu posisi gigi tadi sebelum mengemudi. Ini bakal mempermudah Carmudian ketika mengoperasikan transmisi pintar ini tanpa butuh melihatnya. Kemudian, hafalkan fitur yang ada pada tuas transmisi, misalnya berpindah ke mode manual, kemudian tombol mode sport atau economy.

Terakhir, luangkan masa-masa sejenak untuk menyaksikan posisi gigi terakhir. Fungsinya guna antisipasi ketika berhenti guna antri atau ketika akan naik dan turun dari parkiran dalam gedung. Berkat adanya transmisi otomatis, kedua tangan pengemudi tidak jarang kali siaga di setir guna kontrol maksimal kendaraan.

Tata Cara Mengendarai Mobil Matic

Cara mengemudikan mobil matic sebetulnya tidak sulit, asalkan kita telah mengetahui faedah di tiap transmisi. Pertama guna D (drive) adalahposisi guna berkendara dalam ritme mesin terbaik. Pengemudi usahakan memakai D ketika berkendara dengan kecepatan normal di dalam kota.

Saat bakal berkendara, dilazimi menginjak pedal rem andai akan menggeser tuas dari posisi diam. Cara ini juga dilaksanakan saat bakal menghidupkan mesin mobil.

Dalam posisi D, transmisi pun akan bekerja over drive, yaitu mengemudi dengan putaran mesin optimal guna memaksimalkan tenaga mobil tersebut. Tombol OD laksana menggeser tuas dari posisi 4 ke posisi 3 dalam manual, yang kegunaannya untuk menolong kita dalam berakselerasi pada kecepatan tinggi.

Apabila kita hendak melaju lebih cepat dan hendak mendahului mobil yang berada didepan anda maka mesti memakai kecepatan diatas standar yakni sekitar 60-80 km/jam. Namun demikian, posisi D tidak dapat digunakan dalam segala kondisi. transmisi D hanya dipakai saat kemudian lintas fasih dan di jalan rata, bukan naik turun.

Apabila memposisikan transmisi di D ketika jalan menanjak, bahan bakar jadi lebih boros. Sebaiknya pindahkan ke L atau D 1-2 tergantung tingkat kecuraman tanjakannya. Dalam transmisi otomatis, posisi L atau D 1-2 ialah gigi rendah sampai-sampai dinilai aman ketika melibas turunan atau tanjakan yang lumayan curam.

Mengendarai mobil matic keluaran teranyar bahkan dapat tetap hemat seperti halnya transmisi manual. Sistem komputer akan mengalihkan gigi secara otomatis cocok dengan kecepatan kendaraan dan putaran mesin. Pengemudi yang terbiasa memasuki pedal gas secara diurut, maka sistem komputer akan mengalihkan gigi pada putaran mesin yang masih rendah.

Mengendarai Mobil Matic Bisa Selincah Manual
Ini yang tidak tidak sedikit diketahui orang, sesungguhnya transmisi otomatis dapat diajak berkendara di medan susah layaknya manual. Apabila hendak akselerasi yang lumayan spontan ketika kemacetan, maka posisikan transmisi di M 1 atau D 1-2 sampai-sampai gigi tidak beralih dari posisi rendah.

 

Posisi gigi rendah juga dapat memberi efek engine brake saat melalui turunan panjang, sebab serupa laksana masuk gigi 1 atau 2 pada transmisi manual. Transmisi mengawal mesin pada torsi masksimalnya. Dengan demikian, kamu melulu perlu mengendalikan setir, gas, dan rem saja.

 

 

 

Leave a Comment