Mengenal Bukti-Bukti Transaksi

  • Share

Di dalam suatu bisnis, baik kecil maupun besar, transaksi ialah suatu urusan yang lazim terjadi. Suatu kejadian dapat disebut sebagai transaksi bilamana telah terjadi evolusi pada hal finansial di bisnis tersebut. Perubahan ini dapat dalam format berkurang atau dapat juga meningkat nilainya. Perubahan yang terjadi ketika terjadinya transaksi ini sangat dominan terhadap kondisi finansial sebuah bisnis atau perusahaan. Beberapa misal kegiatan transaksi di dalam suatu bisnis, antara lain: memasarkan produk, melakukan pembelian bahan produksi, menunaikan gaji, serta membayar sejumlah tanggungan bisnis lainnya.

Berdasarkan keterangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) transaksi ialah bentuk persetujuan jual-beli dalam pekerjaan perdagangan antar pihak pembeli dan pun pihak penjual. Di mana, objek pengukurannya bisa dinilai dengan nilai mata uang, serta bisa memengaruhi laporan finansial yang diciptakan dalam sistem akuntansi. Pencatatan atas pekerjaan transaksi tersebutlah yang seringkali dikenal dengan bukti transaksi.

 

-Pengertian Bukti Transaksi

Bukti transaksi ialah bukti tertulis yang menulis atau merekap seluruh pekerjaan transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan atau suatu bisnis. Bukti transaksi mempunyai peran urgen dalam menangkal munculnya persoalan dalam hal finansial di masa-masa yang bakal datang.Bukti transaksi yang telah dicatat ialah pegangan guna mempermudah kesebelasan akuntan perusahaan atau suatu bisnis dalam merangkai laporan keuangan.

Banyak guna yang dapat didapatkan dari adanya pendaftaran bukti transaksi secara urut dan berkala. Selain dapat untuk memahami siapa yang bertanggung jawab dalam suatu transaksi yang telah terjadi, bukti transaksi juga dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam penghitungan keuangan sebuah bisnis atau perusahaan.

 

-Tujuan Bukti Transaksi

Adanya pendaftaran transaksi dalam format sebuah bukti transaksi bukan tanpa tujuan. Ada sejumlah tujuan dari pendaftaran transaksi, antara lain: Untuk menyerahkan informasi yang mendetail dan detail tentang perubahan pada sumber keuangan sebuah bisnis atau perusahaan yang terjadi dampak adanya kegiatan usaha yang dinamakan transaksi. Untuk menyerahkan informasi yang sehubungan dengan sumber-sumber finansial, modal perusahaan, serta keharusan yang mesti dibayarkan.

Untuk menyerahkan informasi finansial yang dapat menolong perusahaan guna memperkirakan potensi perusahaan guna mendapatkan deviden kedepannya. Untuk menyerahkan informasi yang sehubungan dengan laporan finansial perusahaan yang relevan untuk pemakai laporan keuangan. Untuk menghindari terjadinya selisih atau kekeliruan dalam pencatatan finansial sebuah bisnis atau perusahaan. Dalam urusan ini, semua bukti transaksi yang ada mesti ditabung dengan rapi.

 

-Manfaat Bukti Transaksi

Di samping memiliki sejumlah tujuan tertentu, pencatatan pekerjaan transaksi dalam suatu bukti transaksi pun memiliki guna dan faedah yang berperan urgen dalam suatu bisnis yang sedang dijalankan. Secara umum, guna dari bukti transaksi merupakan:

Dapat mengurangi bisa jadi terjadinya kekeliruan atau selisih dalam pendaftaran akuntansi dengan teknik menyatakan transaksi dalam format tulisan.

  • Berfungsi sebagai dasar untuk pendaftaran akuntansi,
  • Menghindari pengulangan pada pendataan data keuangan.
  • Dapat diketahui pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya transaksi.
  • Bisa menjadi media yang berisikan data informasi keuangan.

-Jenis-jenis Bukti Transaksi

Secara garis besar, bukti transaksi terbagi menjadi dua kategori, yakni bukti transaksi internal dan bukti transaksi eksternal. Bukti transaksi internal ialah bukti transaksi yang berasal dari dalam perusahaan atau suatu bidang bisnis. Transaksi yang terjadi seringkali dilakukan oleh pihak personalia perusahaan untuk kebutuhan internal. Transaksi yang diciptakan maupun transaksi yang dikeluarkan semuanya berasal dan menurut keperluan perusahaan.

Contoh dari bukti transaksi internal, contohnya memo dari pimpinan perusahaan untuk karyawan kantor, atau adanya evolusi nilai keuangan karena penyempitan aset perusahaan, dapat juga keperluan perlengkapan kantor di sekian banyak divisi yang terdapat dalam perusahaan. Bukti transaksi eksternal ialah bukti pendaftaran transaksi yang dilangsungkan antara pihak perusahaan dengan pihak dari luar perusahaan. Contoh bukti transaksi eksternal terdapat bermacam-macam, contohnya kuitansi, faktur, cek, nota kredit, nota debet, dan beda sebagainya.

 

Tambahan

Seiring berjalan nya waktu, di era digital ini Pinjaman bisa di dapatkan melalui aplikasi contohnya SINGA , anda hanya perlu menggunakan KTP dan slip gaji anda. pinjaman online lebih capat cair di bandingkan dengan pinjaman non online,Pinjaman Online hanya memakan waktu beberapa jam saja.berbeda halnya dengan pinjaman non online ada harus memiliki barang yang harus di tahan sampai uang pinjaman anda lunas terbayar bukan itu saja waktu proses juga lumayan lama dengan memakan waktu kurang lebih 1 minggu.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.