Permasalahan Nikah Siri Purwodadi grobogan Mulai Hukum sampai Kenyataannya di Indonesia

  • Share

 

Nikah siri kerap menjadi bahan pembicaraan orang yang tidak sempat ada habisnya. Karenanya  pandangan warga tidak serupa perihal nikah siri.

Ada yang menganggap positif serta ada yang negatif. Pandangan yang terdiri 2 ini didasarkan oleh pertimbangan warga yang merasa bila ini dapat memberikan kerugian banyak pihak.

Namun, ada yang miliki pikiran bila nikah siri ini dapat menghambat berlangsungnya perihal-perihal yang tidak diharapkan seperti hamil di luar nikah.

Berikut merupakan sejumlah fakta sekitar nikah siri grobogan yang telah Kami kumpulkan untuk kalian. Yok, dibaca!

 

1. Secara Umum Pemahaman Nikah Siri Berikut

 

Pernikahan jadi kejadian berbahagia yang gak terabaikan buat banyak pasangan. Di Indonesia, pernikahan harus sah di mata agama dan negara.

Pernikahan yang sah di mata negara sudah dipastikan pernikahan yang terdaftar di Kantor Masalah Agama (KUA) serta Kantor Catatan Sipil.

Sementara pernikahan tidak sah disebutkan dengan nikah siri purwodadi Ini ialah pernikahan yang syah secara agama, tetapi tidak syah di mata negara dan hukum.

Lantaran, pernikahan itu tidak tercantum di KUA dan Kantor Catatan Sipil.

Nikah siri sendiri datang dari bahasa Arab yaitu sirri yang ini mengandung arti rahasia. Sehingga  dapat disebut bila pernikahan yang sudah dilakukan ini mesti secara rahasia.

Rahasia di sini tujuannya bukan tak dimengerti oleh beberapa orang, namun cuma ditemui oleh famili dekat dan keluarga.

Merilis web sah Binmas Islam Kemenag, terdapat sejumlah argumen pasangan pilih pernikahan siri, salah satunya:

Menungu hari yang cocok untuk menjalankan pernikahan terdaftar di KUA

Kedua sebelah pihak atau salah satunya faksi calon mempelai tidak siap dikarenakan masih sekolah/kuliah

Kedua atau salah salah satunya faksi calon mempelai belumlah cukup usia/dewasa

Sebagai jalan keluar buat mendapat anak kalau dengan istri yang ada tak dikarunia anak

Melegalkan secara agama untuk lelaki yang telah beristri karena persoalan minta ijin pada istri pertama kalinya

 

2. bagaimana Hukum Negara serta Agama Menyaksikan Nikah Siri

 

Di Indonesia, banyak orang yang mengerjakan nikah siri. Maka dari itu, ada ketetapan hukum yang mengendalikan perihal nikah siri di Indoensia ini.

Menurut situs hukumonline.com, hukum pernikahan ditata dalam Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 Pasal 2 yang keluarkan bunyi sebagaimana berikut:

Perkawinan yakni syah jikalau dikerjakan menurut hukum semasing kepercayaannya itu dan agamanya.

Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut perundang-undangan yang berlaku.

Dari undang-undang di atas, sesungguhnya, nikah siri dikatakan syah berdasarkan agama, namun tak syah di mata negara.

Sebab tak ada dokumen nikah dan beberapa surat sah yang berkaitan otoritas pernikahan.

Nikah siri sesungguhnya merupakan hal yang tak direkomendasikan oleh dilaksanakan pasangan yang bakal menikah.

Menikah dengan sah di mata agama serta hukum pastilah akan baik.

Sejumlah ini yaitu imbas yang hendak diterima apabila lakukan nikah siri, adalah:

Menjadi pembicaraan orang Status anak yang tidak dianggap negara bahka dipandang sebagai anak yang terlahir di luar nikah

Ikatan yang tak kuat karena tidak tertera sah di KUA Tidak dapat terima peninggalan atau harga gono begini

 

3. Fakta-Fakta Nikah Siri Yang terjadi pada masyarakat

 

Terkait beberapa orang yang melaksanakan pernikahan siri di Indonesia, karenanya Mams harus tahu beberapa fakta nikah siri di Indonesia, yakni:

  • Nikah Siri Umumnya Berdasar Ekonomi
  • Nikah siri karena file prasyarat tidak siap
  • Nikah siri karena pengin menambahkan istri
  • Nikah Siri sambil menanti proses pernikahan sah Negara

Imbas Negatif Nikah Sirih di Indonesia Biarpun nikah siri purwodadi dikira resmi berdasar agama, tetapi rupanya ada pengaruh negatif yang dapat diakibatkan.

 

Menurut analisis Sri Hilmi Pujiharti dalam Jurnal Sosiologi DILEMA, ada sejumlah kerugian dari nikah siri yang mayoritas dihadapi wanita.

Dari sisi tidak sesuai sama hukum pernikahan di Indonesia, nikah sirih dapat bawa efek negatif berikut di bawah ini:

 

1. Istri tak Dapat Tuntut Hak-Haknya

 

Faksi wanita dari Nikah Siri tak dapat menuntut hak-hak sebagai istri yang sudah dilanggar oleh suami karena tidak ada kapabilitas yang syah di mata hukum pada keabsahan perkawinan.

Akhirnya, mereka kehilangan hak memperoleh pelindungan menjadi seorang istri.

Resikonya, posisi istri tak kuat di mata hukum bila suami tak membiayai atau lakukan tindak KDRT.

 

2. Resikonya pada Anak

 

Anak yang amat dirugikan sewaktu orang tua mengerjakan nikah siri lantaran masalah surat kelahiran, KTP, paspor, sampai kartu keluarga.

Document tak dapat dibentuk karena tidak terdapat bukti pernikahan yang resmi di mata hukum berbentuk buku akte nikah atau nikah.

Disamping itu, nikah siri grobogan bisa mempengaruhi kemajuan kejiwaan anak.

Lantaran, Sang Kecil bisa-bisa berasa gak dianggap oleh seputarnya serta berasa seperti anak buangan waktu datangnya ayahnya di antara tidak ada dan ada.

Lebih-lebih bila pernikahan itu diumpetkan dari faksi istri pertama.

Perihal ini bisa menimbulkan seakan-akan menempuh pertalian terlarang. Anak akan terasa seperti gak dikehendaki atau tempatnya jadi seperti nista dalam keluarga.

 

3. Kemungkinan Ditinggal Pasangan dan KDRT

 

Nikah siri condong bikin salah satunya pasangan lebih bebas untuk tinggalkan tanggung jawabannya dalam keluarga.

Disamping itu, nikah siri pun menggerakkan berlangsung jumlahnya tindakan kekerasan dalam rumah tangga, baik kepada istri ataupun anak.

 

4. Tak Dikasih Nafkah

 

Di pasangan yang nikah siri, status istri serta anak-anak jadi sangatlah rawan.

Kendati pun secara agama, suami harus berikan nafkah, baik menikah dengan resmi ataupun nikah siri, tetapi kadang-kadang bukti di atas lapangan berbeda.

Cukup banyak anak yang didiamkan demikian saja oleh banyak pria gak bertanggung-jawab yang menyengaja nikah siri.

Sang anak gak dapat menuntut ayahnya berikan nafkah dan terpaksa sekali mempercayakan ibunya.

Tersebut penyebabnya surat perkawinan jadi unsur utama, walau cuma selembar kertas.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *